Revisiting Heritage Buildings in Harlequin Dresses

The English Text:

Last weekend, my husband and I enjoyed a short holiday in Brisbane. It’s not a new place for us, but because we presently live in a small town, a visit to a big city is always refreshing.

For me, the most thrilling aspect of visiting a big city like Brisbane is the majestic and artistic old buildings. We revisited some of these buildings and captured them in some images.

Of course I prepared some dresses that I thought might be suitable for the atmosphere of the big city and its majestic architecture. My choice fell to dresses with harlequin motifs that were produced by Pinup Couture.

HARLEQUIN Pic-1

Pinup Couture is well-known for its diverse dresses with harlequin patterns. They produce them in a number of different designs, in both colour and cut. I don’t know the story behind their decision to produce these prints continuously, but I myself feel that the harlequin motif easily attracts the eye.

Perhaps you already know the story behind the name Harlequin, which was first used by Tristano Martinelli, an Italian actor who was nicknamed the Master of Harlequins. He played the role of comic pantomimes while wearing linen costumes with multi-coloured patches.

This costume then developed into circle and diamond patterns. And these patterns have been further processed and explored by the contemporary fashion world.

I choose three harlequin dresses from Pinup Couture. The first is a harlequin dress in pink. They call it the Gena Dress in Pink Harlequin. I wear this dress when visiting the Treasury Building.

HARLEQUIN Pic-2

Who would have thought that a building that is now used as a casino was once a symbol of Queensland’s self-government, where the governor of Queensland, Baron Lamington, read out the proclamation of the Federation of the Australian Commonwealth in 1901.

The hot afternoon weather in front of the building makes the dress comfortable to wear. The dress is made from cotton material mixed in with a little bit of elastane. The dress has lining at just the bodice, and I reckon that this is sufficient because the cotton is already pretty thick and is of good quality.

HARLEQUIN Pic-3

Aside from that, the dress has a neckline that is quite low so that it is suitable to be worn in the summertime. The length of the dress is also just right. It’s not too long but it still falls below the knees to give the vintage impression from the 1950s.

The dress is completed with a matching belt. I choose an extra small size like usual. Unfortunately, the waist is too tight for me in this style. I usually have a waistline measuring 66cm.

HARLEQUIN Pic-4 edited-2

The second dress I wear is a harlequin dress in yellow. They call it Eddie Dress With Three-Quarter Sleeves in Yellow House Harlequin. This time I wear it to visit the Elizabeth Picture Theatre, a heritage-listed building which was earlier known as the Tara House. This building was used as an Irish bar from 1919 until 2015. When going up the stairs, you can see vintage film posters. I am also very impressed by the classic gold-coloured carpet.

HARLEQUIN Pic-5

I’m always interested in dresses and accessories in the colour of yellow. And a harlequin print in yellow is my favourite. Serendipitously, the yellow dress matches the gold colour of the carpet. The dress is made from the same material as the earlier pink dress, and it has an elegant look with three-quarter length sleeves and a matching belt. It’s very suitable for photographs in a room filled with soft yellowish light.

HARLEQUIN Pic-6.jpg

It also comes with two pockets that are spacious enough to hold my small phone. Unfortunately, like the pink harlequin dress, the dress is too tight at the waist even though I wear it in my usual size. Perhaps it’s better if I choose one size up.

HARLEQUIN Pic-7

The third dress is a harlequin dress in red. They call it Amanda Dress in Red House Harlequin. This time, I visit an historic building called the Regent Theatre. This building was constructed at the end of the 1920s and used to be known as Hoyts’ Picture Palace. Even though it no longer functions as a cinema, anyone is allowed to visit it and take photos of its classic architecture.

HARLEQUIN Pic-8

My husband takes a photo of me in the theatre. Like the two earlier dresses, the Amanda dress is made from high-quality cotton spandex material, and comes with a belt. In this case, I prefer to wear the dress without a belt, because I had expected a red belt, not a blue one, for this dress.

The most interesting thing for me about this dress is that the waistline is looser compared to the other two dresses, even though the size is the same: XS. I feel very comfortable with this dress.

Not just that, of the three, this dress has the neckline that I like the most. So, even though it is not as interesting as a harlequin print in yellow, I much prefer this dress. I also had the chance to wear this dress in October as a Halloween costume with my funny pumpkin brooch from Erstwilder.

HARLEQUIN Pic-9

The third building and dress concludes our brief sojourn in Brisbane. There are still plenty of other heritage-listed buildings that I have not included in this note. Please visit this beautiful and friendly city. Don’t forget to wear your favourite dresses to be captured in these classic places. Classic dresses matched with historic architecture always invigorates the soul. And don’t forget to share your experiences with me!

(Neno Review)

Pictures and Translation by Duncan Evans

More Information:

Brand: Pinup Couture

Sizes: XS to 4X

Price: $174 USD (before it went on sale)

The Indonesian Text:

MENGUNJUNGI LAGI BANGUNAN BERSEJARAH DALAM BUSANA HARLEQUIN

Akhir minggu lalu, saya dan suami saya menikmati liburan kecil di Brisbane. Ini bukanlah tempat baru bagi kami, namun karena saat ini kami tinggal di sebuah kampung kecil, kunjungan ke kota besar selalu menyegarkan.

Hal yang paling menyenangkan bagi saya ketika mengunjungi kota besar seperti Brisbane adalah bangunan-bangunan tuanya yang megah dan artistik. Kami mengunjungi lagi beberapa bangunan tersebut dan mengabadikannya dalam beberapa gambar.

Tentu saja saya menyiapkan beberapa busana yang saya pikir cocok untuk suasana kota besar dan bangunan-bangunan tersebut. Pilihan saya jatuh pada dress-dress bermotif harlequin yang diproduksi oleh Pinup Couture.

Pinup Couture memang terkenal dengan beragam dressnya yang bercorak harlequin. Mereka memproduksinya dalam beberapa desain yang berbeda, baik warna maupun potongannya. Saya tidak tahu cerita di balik pilihan mereka untuk memproduksi motif ini terus-menerus, tapi saya sendiri merasa motif harlequin ini memang mudah menarik mata.

Barangkali Anda sendiri sudah tahu cerita di balik nama Harlequin yang pertama digunakan oleh Tristano Martinelli, seorang aktor Italia yang dijuluki the Master of Harlequins. Dia memerankan tokoh komedi pantomim yang mengenakan kostum linen dengan tempelan-tempelan berwarna-warni.

Kostum ini pun berkembang menjadi pola-pola permata dan bulatan. Dan pola inilah yang kemudian dikembangkan oleh dunia fashion masa kini.

Saya sendiri memilih tiga dress harlequin dari Pinup Couture. Yang pertama adalah dress harlequin berwarna merah muda. Mereka menyebutnya Gena Dress in Pink Harlequin. Saya mengenakan dress ini ketika mengunjungi Treasury Building.

Siapa sangka bahwa bangunan yang kini digunakan sebagai casino ini dulunya adalah simbol pemerintahan otonom Queensland dimana gubernur Queensland, Baron Lamington, membacakan proklamasi federasi Kesemakmuran Australia pada tahun 1901.

Cuaca siang yang cukup panas di depan gedung itu membuat dress ini nyaman untuk dikenakan. Dress ini dibuat dari bahan katun dengan sedikit campuran elastane. Dress ini memiliki lining di bagian atas saja, dan saya kira itu cukup karena katun yang digunakan sudah cukup tebal dan memiliki kualitas yang baik.

Selain itu, dress ini juga memiliki potongan leher yang cukup rendah sehingga cocok digunakan di musim panas. Panjang dari dress ini juga sangat tepat, tidak terlalu panjang tapi masih jatuh di bawah lutut untuk memberi kesan vintage ala 50-an.

Dress ini dilengkapi oleh sabuk yang cocok. Saya memilih ukuran XS sebagaimana biasanya. Sayangnya, dress gaya ini memiliki lingkar pinggang yang terlalu sempit bagi saya yang berlingkar pinggang sekitar 66 cm.

Dress kedua yang saya kenakan adalah dress harlequin berwarna kuning. Mereka menyebutnya Eddie Dress with Three-Quarter Sleeves in Yellow House Harlequin. Kali ini saya mengenakannya untuk mengunjungi Elizabeth Picture Theatre, sebuah bangunan bersejarah yang dulunya dikenal dengan nama Tara House. Bangunan ini pernah digunakan sebagai Irish Bar dari tahun 1919 hingga 2015. Ketika menaiki tangganya, Anda bisa melihat poster-poster film yang vintage. Saya sendiri sangat terkesan dengan karpet keemasannya yang klasik.

Saya selalu tertarik dengan pakaian dan aksesoris berwarna kuning. Dan motif harlequin berwarna kuning ini adalah favorit saya. Dress yang kebetulan seragam dengan karpetnya ini juga dibuat dari bahan yang sama dengan dress sebelumnya. Dress ini tampak elegan dengan potongan lengan ¾-nya dan sabuknya yang seragam. Sangat cocok untuk difoto di dalam ruangan dengan percahayaan kekuningan juga.

Dress ini juga dilengkapi dengan dua kantong yang cukup untuk menyimpan ponsel kecil saya. Sayangnya, seperti dress harlequin sebelumnya, dress ini terlalu sempit di bagian pinggang meskipun saya memilih ukuran yang biasa saya kenakan. Mungkin sebaiknya saya memilih satu ukuran di atasnya.

Dress ketiga adalah dress harlequin berwarna merah. Mereka menyebutnya Amanda Dress in Red House Harlequin. Kali ini saya mengunjungi sebuah bangunan bersejarah bernama Regent Theatre. Bangunan ini dibuat di akhir tahun 1920an, dan dulunya merupakan Hoyts’ Picture Palaces. Meskipun sudah tidak difungsikan sebagai bioskop, siapapun diperbolehkan untuk mengunjunginya dan memfoto arsitektur yang klasik ini.

Saya berfoto dengan dress yang saya sebut di atas. Seperti dua dress sebelumnya, dress Amanda ini juga dibuat dari bahan katun spandex yang berkualitas tinggi, dan dilengkapi dengan sebuah sabuk. Meski demikian, saya lebih suka mengenakannya tanpa sabuk sebab saya mengharapkan sabuk berwarna merah, bukan biru, untuk dress ini.

Hal yang paling menarik bagi saya adalah dress ini memiliki lingkar pinggang yang lebih longgar dibandingkan dua dress sebelumnya meskipun sama-sama berukuran XS. Saya merasa sangat nyaman dengan dress ini.

Tidak hanya itu, dress ini juga memiliki potongan leher yang paling saya sukai. Jadi, meskipun tidak semenarik harlequin print yang berwarna kuning, saya akan lebih menyukai dress ini. Saya pun sempat mengenakannya di bulan Oktober sebagai kostum Halloween bersama bros pumpkin yang lucu dari Erstwilder.

Bangunan dan dress ketiga tersebut mengakhiri kunjungan singkat kami di Brisbane. Masih ada banyak bangunan bersejarah yang belum saya ikutkan dalam catatan ini. Silakan berkunjung ke kota yang indah dan ramah ini. Jangan lupa mengenakan busana pilihan Anda untuk diabadikan di tempat-tempat klasiknya. Busana bergaya klasik yang dipadankan dengan arstitektur yang klasik akan selalu menggugah jiwa! Jangan lupa pula bagikan pengalaman-pengalaman Anda pada saya!

(Neno Review)

Published by

nenoevans

Hi! My name is Neno. I'm an Indonesian sheila living in Australia. I love the arts, and literature and fashion are my favourite forms of artistic expression. I write poems and reviews about books and retro fashion. I've also begun to design some dresses that can be found at www.myvintagesheila.com under the label 'My Vintage Sheila'. My Instagram: @neno_myvintagesheila

5 thoughts on “Revisiting Heritage Buildings in Harlequin Dresses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s